Sekarang adalah hari jum`at tanggal 7 agustus 2009. Mulai pukul 8 pagi sampai 4 sore tadi aku ikut tes psikotes Adhimix Precast. Ya, seperti yang sudah-sudah… (Saking seringnya ikut psikotes jadi apal soalnya) aku kali melakukan kesalahan waktu menggambar pohon dan manusia. Lupa kalo nggak boleh bawa penghapus, alhasil kepake deh tuh barang.
Ya yang sudah berlalu biarlah berlalu… Sebenernya kalo boleh jujur tes psikotes dari dulu selalu menjadi momok buat aku. Karena sering gagal jadi ngerasa ada yang aneh atau salah dengan diriku. Ada beberapa kemungkinan yang ada dalam pikiranku:
- Apa aku ini terlalu jujur?
- Apa aku ini tidak cocok dengan kriteria yang perusahaan tersebut cari?
- Apa aku ini terlalu pshyco sehingga perusahaan takut mempekerjakan aku sebagai karyawannya?
- Apa aku ini memang belum diberi kesempatan buat kerja (alias disuruh kuliah lagi?)
So many question swing by in my head. Tapi yang ada hanya pasrah. Ok udah berbagai macam buku udah aku beli dan aku pelajari. Tapi yang ada rasanya otakku terlalu terinfiltrasi dan terkontaminasi oleh berbagai macam tips dan saran2 dari buku-buku tersebut. Yang ada that`s not totally me. I`m becoming the other person at that time.
Sebagai bahan renungan aja, udah pernah seh lolos psikotes bahkan udah pernah mengalami tes kesehatan (waktu itu tes PLN). Dan memang ketika itu aku mengalami “panic at the disco” menjelang tes psikotes. Semaleman nggak bisa tidur. Tes jam 8 pagi, bisa tidur jam 3 pagi. alhasik tidur hanya 2 jam karena jam 5 harus bangun untuk solat dan siap2.
setelah tes … menunggu waktu alhamdulilah untuk pertama kali dalam hidupku akhirnya aku bisa melewati tes yang aku anggap sebagai momok dalam hidupku ini.
Terus berlanjut sampai ke tes kesehatan. Ok, easy, terlalu banyak pikiran-pikiran aneh waktu itu. Takut pantatnya di obok2 lah, takut minusku pengaruh-lah (maklum minus dimataku yang sudah melekat dari sd memang nggak bisa ditolerir alias udah minus banyak). Beberapa nasihat yang menghampiriku waktu itu dan aku terus mem-positif-kan pikiranku dari niat-niat buruk syetan. AKhirnya aku setiap hari minum susu dan banyakin air putih. HAri tes tiba, ternyata fine-fine aja. Dan alhamdulilah aku masih hidup sampai saat ini.
Tapi hasil membuktikan lain, aku belum berhasil sampai tahap ini. Sekarang yang bisa aku lakukan adalah berusaha untuk lebih lagi. Aku mulai rajin minum jus wortel dan menetesi mataku dengan obat tetes mata antah berantah. Tapi aku tetap terus berusaha dan berdoa agar aku tak hanya berserah diri tanpa sebuah usaha yang maksimal.
P.S: ost-ku saat ini adalah “jangan menyerah” by d`massive
terlalu psycho mungkin bener ntan?
mungkin harus diperiksakan?
wkwk..
ga kok…setiap manusia itu ada rezekinya masing-masing, ada jalan hidupnya masing-masing..
sebagai manusia, kita cuma bisa berusaha, berusaha, berusaha..
sampai akhirnya kita nemuin jalan yang terbaik buat kita..
ga ada yang salah sama setiap manusia, apalagi kamu ga cuma bermuram durja dan menunggu sesuatu yang ga pasti kan?
intinya, kamu uda berusaha,,
you fight!
jadi,
bismillah aja..
Allah sayang sama kita, dan tau yang terbaik buat kita ko..